“Jembatan Merah Putih Presisi ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol kebersamaan dan gotong royong. Kami berharap keberadaannya dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat konektivitas antar desa, dan mendukung akses pendidikan bagi generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur akan semakin bermakna apabila masyarakat ikut menjaga dan merawatnya secara bersama-sama.
“Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dijaga bersama. Dengan demikian, manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bagi warga Pematang Buluran dan desa-desa sekitarnya, peresmian Jembatan Merah Putih Presisi menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Jembatan itu menjadi simbol hadirnya solusi atas kebutuhan masyarakat yang selama ini mengandalkan akses tersebut untuk bekerja, berinteraksi, dan mengantarkan anak-anak mereka menuju sekolah.













