Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan. Kini, warga dapat melakukan mobilitas dengan lebih aman dan efisien. Anak-anak sekolah yang setiap hari menuju sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayah Kecamatan SP Padang juga memperoleh akses yang lebih mudah dan aman.
Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Jembatan ini bukan sekadar sarana penyeberangan, tetapi menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan serta menjaga fasilitas ini dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H.
Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur berbasis gotong royong tersebut mencerminkan semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam membangun daerah. Sinergi seperti ini dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang mengedepankan kehadiran nyata institusi kepolisian dalam menjawab kebutuhan masyarakat.













