Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pencegahan, menurut dia, tidak dapat hanya mengandalkan aparat.
“Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mencegah api muncul, membangun kesadaran masyarakat, dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapat perhatian,” ujarnya
Menurutnya, keterlibatan 11 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri dalam PKDN dan KKP menjadi kesempatan untuk melihat persoalan karhutla secara nyata. Teori yang diperoleh di lingkungan pendidikan dapat dibandingkan dengan kondisi yang dihadapi petugas dan masyarakat di lapangan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan karhutla memiliki banyak wajah. Ada petugas yang berjibaku dengan api, masyarakat yang menjaga lingkungannya, dan anak-anak yang membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman.







