Pelibatan generasi muda ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha dan sumber penghasilan baru bagi masyarakat desa.
Melalui uji adaptasi bambu dan jelutung dengan pola tumpang sari, diharapkan dapat dikembangkan model pengelolaan lahan gambut yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pencegahan Karhutla, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Untuk tahap awal, penanaman dilakukan di demplot seluas satu hektare dengan sekitar 300 bibit bambu. KPEHI menargetkan pengembangan hingga 100 hektare pada tahap berikutnya.
Keterlibatan masyarakat dan generasi muda menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan gambut yang berkelanjutan. Dengan demikian, kawasan gambut tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten OKI. (budi)










