Menurut dia, pencegahan harus menjadi prioritas karena dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem dan kawasan hutan, tetapi juga mengancam kesehatan serta aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kawasan gambut.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan dalam menangani karhutla. Penanganan tidak cukup berhenti pada pemadaman, tetapi harus dilanjutkan dengan pendinginan lahan, pemantauan, dan pencegahan agar api tidak kembali muncul.
Bagi Kabupaten OKI, keberhasilan penanganan karhutla bukan semata-mata diukur dari luas lahan yang berhasil dipadamkan, melainkan juga dari kemampuan seluruh pihak mencegah kebakaran berulang dan melindungi masyarakat serta lingkungan.







