Warga Belida Darat Desak Pertamina dan BSP Perbaiki Jalan Penghubung Lima Desa

Jalan Penghubung Dua Kabupaten Rusak Parah, PJ Bupati Muara Enim Diminta Turun Tangan

Menurutnya, selama ini jalan tersebut sering dilintasi kendaraan bertonase besar yang berasal dari dua perusahaan besar. Yakni PT Pertamina Aset II dan PT Bumi Sawit Permai (BSP) Sinar Mas Group. Pertamina memanfaatkan jalan sebagai akses menuju fasilitas 10 pompa angguk yang tersebar di Kecamatan Belida Darat. Sementara jalan itu juga dimanfaatkan PT BSP untuk mengangkut sawit dari kebun menuju pabrik yang berada di Rambang Kuang, Ogan Ilir.

Mengingat perputaran ekonomi yang dihasilkan dua perusahaan itu, sudah seharusnya kedua perusahaan memikirkan perbaikan jalan. Jangan cuma menarik keuntungan saja dari hasil bumi Belida Darat.

“Keuntungan dua perusahaan ini kan tidak sedikit. Harusnya bisa sebagian disalurkan untuk perbaikan jalan. Meskipun harus bertahap. Tapi, ini tidak ada tindakan sama sekali,” ungkapnya.

Dia mengatakan, warga Belida Darat yang seharusnya bisa menuju Kota Prabumulih dalam waktu 15 menit nyatanya harus ditempuh hingga 1-2 jam. “Keberadaan dua perusahaan ini seakan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Mereka bisa mengeruk keuntungan sementara warga masih harus merasakan kesengsaraan dari rusaknya jalan,” tuturnya.

Kinerja Pemkab Muara Enim juga turut dikritisinya. Menurutnya, Pj Bupati Muara Enim saat ini tidak pernah mengupayakan perbaikan jalan di desa tersebut. “Jangan cuma duduk manis saja di kursi jabatan. Perjuangkan dulu kepentingan masyarakat. Desak perusahaan untuk melakukan perbaikan. Itulah fungsi pemerintah,” tegasnya.