OKI  

Rombak 115 Pejabat, Bupati OKI Ingin Bangun Tim Kerja Solid

“Untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, mekanisme dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi berbasis sistem merit. Sedangkan pejabat administrasi dilantik untuk mengisi jabatan yang lowong serta menyesuaikan kebutuhan organisasi,” ujarnya..

Dalam sambutannya, Bupati Muchendi menegaskan jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Penempatan pejabat, kata dia, dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan penilaian kinerja, bukan kedekatan personal.
.
“Saya tidak mengenal Saudara satu persatu, sehingga rotasi dan penempatan ini murni berdasarkan penilaian dan kinerja Saudara,” Ujar Muchendi.
.
Rotasi, lanjut Muchendi, merupakan mekanisme lazim dalam birokrasi untuk merespons dinamika beban kerja dan tuntutan pelayanan publik. Ia memastikan tidak ada pejabat yang dinonjobkan dalam perombakan tersebut.

“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati di masa jabatan kami. Semua ada tempat. Yang kita bangun adalah tim kerja yang solid,” ujarnya.

Bupati juga menyinggung praktik patronase politik yang, menurut dia, harus ditinggalkan. Penempatan jabatan kini ditegaskan berbasis merit, kompetensi, dan manajemen talenta.

Baca Juga :  Kinerja ASN Harus Berdampak, Tinggalkan Mentalitas "CEO Menyamar"