“Sumatera Selatan tidak bisa menangani karhutla sendiri-sendiri. Kita harus bergerak dalam satu komando dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat,” katanya.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan luas wilayah serta karakter lahan OKI yang banyak berupa rawa dan gambut membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha.
“OKI memiliki wilayah yang sangat luas dan karakter lahan yang sebagian besar berupa rawa dan gambut. Karena itu, kami membutuhkan penguatan kolaborasi, personel, sarana prasarana dan deteksi dini,” ujar Muchendi.
Menurut Muchendi, dukungan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pengendalian karhutla di OKI. Sejumlah perusahaan telah membentuk dan menyiagakan personel serta regu inti untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Perusahaan juga kami dorong untuk mengambil peran. Saat ini telah dibentuk 176 personel KTPA dan 1.470 regu inti perusahaan yang siap mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, kecepatan informasi dan mobilisasi personel.









