Asap Karhutla Masih Mengancam, Dinkes OKI Minta Masyarakat Waspada ISPA

“Tidak semuanya ISPA akibat kabut asap karhutla. Seperti di Pematang Panggang, ada yang diduga akibat debu jalan karena kondisi jalan masih berupa tanah merah,” jelasnya.

Meski demikian, Alamsyah mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi udara yang tercemar asap dan partikel hasil pembakaran dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.

Paparan asap dalam waktu cukup lama dapat menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan, seperti batuk, pilek, tenggorokan terasa perih, sesak napas, mata pedih hingga sakit kepala.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, juga perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Seiring masih ditemukannya titik-titik karhutla di sejumlah wilayah OKI, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara mulai dipenuhi asap. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  Guna Atasi Kesehatan Gizi Pada Anak Usia Dini, Desa Tanjung Menang Adakan Rembuk Stunting Tahun 2024