Peringatan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan pemuda yang pada 28 Oktober 1928 menyatukan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Tema tahun ini menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik dalam mencintai tanah air, gigih menghadapi tantangan, serta memiliki empati terhadap sesama. Ketiga nilai tersebut dibutuhkan untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Dalam pelaksanaan tugas kepolisian, semangat tersebut juga relevan untuk membangun pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Profesionalisme, kepedulian, dan keteguhan dalam menjalankan tanggung jawab menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban.







