Niat Beli HP Rp2 Jutaan, I Diminta Transfer Rp1,7 juta Sebelum Barang Tiba

Besoknya, Nu mengirim foto HP dengan kondisi segel sudah dibuka dan mengatakan bahwa “semalem dikonternya aku suruh unboxing buat tes normal semua apa engga?” lalu indri menjawab “Tapi aman semua kan bang?” I menanyakan harganya. Nu menyebut versi RAM 6/128 GB seharga Rp2.150.000 dan RAM 8/256 GB seharga Rp2.250.000. Nidu mengaku membelikan versi RAM 8/256 GB.

“Aku ambilin yang ram 8 sekalian gak apa apa ya? Beda 150.000 doang” Indri menjawab “owalah yaudah gapapa, tapi kemaren akau bilang ke tetehnya 2 juta, sisanya aku cicil gapapa?” Nidu menjawab “Kalem, yang sejuta bisa di TF sekarang”.

I lantas mengingatkan bahwa ia sudah bilang ke kakaknya harga maksimal Rp2 jutaan. Nidu menjawab kekurangannya bisa menyusul, dengan tenggat tiga hari atau seminggu. I kemudian meminta nomor telepon konter. Nu menjawab tidak mencatatnya karena ada di nota, dan nota dimasukkan ke dalam paket.

Siang harinya, Nu kembali menghubungi I dan meminta agar Rp500 ribu bisa ditransfer sekarang karena uang itu merupakan modal untuk usaha benang. I awalnya ingin membicarakannya dulu dengan kakaknya. Namun, karena merasa tidak enak, ia akhirnya mentransfer Rp500 ribu.

I kemudian menyampaikan pesan kakaknya: sisa pembayaran akan ditransfer setelah barang datang sebagai jaminan. Hingga penuturan itu berakhir, transaksi masih menyisakan sejumlah hal yang belum tuntas, mulai dari bukti nota, nomor konter, hingga pelunasan yang menunggu barang diterima.
Pada sore hari tanggal 7 oktober, I kembali menhubungi Nidu karna barang yang ditunggu tak kunjung sampai.
“Bang, resi udah ketemu belum? kok paketnya belum nyampe ya?” Nu menjawab “Maaf ndry masih di luar, sekalian aku ke Jnt coba, aku tanyain, tau resinyaa gaak ketemu udah aku cariin, aku ke jnt nya aja langsung nanti mampir?” ujarnya.
Malam harinya saat Live di tiktok Nu sempat naik Komal dan nyanyi di room temannya, dan I bertanya “Bang wa ga aktif?” Nu menjawab “HP wawa mati lagi di carg” katanya.
Setelah live Nidu mengirim pesan melalui DM di tiktok, Nidu mengatakan bahwa kemungkinan barang akan sampai besok, sore tadi sudah sampai di cirebon.

Baca Juga :  Warga Desa Tugu Mulyo Meninggal Tersngat Alat Setrum Ikan

Keesokan harinya lagi I kembali menghubungi Via WhatsApp, namun nomer WA nya sudah tidak aktif, Ia mencoba mengirim pesan Via DM di apk Tiktok namun tak kunjung dibalas.
indri sempat menghubungi salah satu temannya untuk minta tolong menjadi perantara untuk menghubungi Nu, karna menurut Nu ia sering berkomunikasi dengan salah satu temannya, namun setelah di konfirmasi pagi harinya memang masih ada komunikasi, namun sore harinya ternyata betul nomenya tidak bisa dihubungi.
Hingga saat ini Nu menutup semua jalur komunikasi, dari mulai wa dan meblokir akun tiktok I beserta teman teman dekatnya.

Pengalaman I menjadi catatan bagi konsumen agar berhati-hati dalam transaksi pembelian barang secara perantara. Video call ke konter, nota, dan kesepakatan tertulis menjadi hal penting agar kedua pihak terlindungi. (red)