Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu menjadi fokus pembahasan, di antaranya perkembangan kinerja perbankan di wilayah Kabupaten OKU Timur, optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha, dukungan terhadap program pemerintah melalui penyaluran kredit, serta kontribusi bank terhadap pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup upaya peningkatan inklusi keuangan masyarakat, penguatan layanan berbasis digital, serta berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam memperluas jangkauan layanan perbankan hingga ke wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya terlayani.
Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan memberikan apresiasi atas berbagai langkah yang telah dilakukan Bank Sumsel Babel dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Mereka menilai keberadaan Bank Sumsel Babel sebagai bank milik pemerintah daerah harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah.
Komisi III juga mendorong agar Bank Sumsel Babel terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah melalui pengembangan inovasi dan transformasi digital yang berkelanjutan.
Selain itu, penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dinilai harus menjadi perhatian utama agar kepercayaan masyarakat terhadap perbankan daerah semakin meningkat.













