Kepala Lapas Tanjung Raja, Yhoga Aditya Ruswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang berkelanjutan. Melalui Pesantren Ramadan, diharapkan nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan tidak hanya berhenti selama bulan suci, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dengan suasana yang penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, Pesantren Ramadan di Lapas Tanjung Raja menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembangunan mental, spiritual, dan moral warga binaan menuju pribadi yang lebih baik dan produktif. (budi)













