“Kalau terkait persoalan korupsi, kita serahkan kepada pihak yang berwenang. Biarkan aparat penegak hukum bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Kita semua tentu mendukung upaya pemberantasan korupsi,” katanya.
Sikap terbuka yang ditunjukkan Ketua DPRD Sumsel tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah peserta aksi.
Kehadiran langsung pimpinan legislatif dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap kebebasan berpendapat dan komitmen untuk membangun komunikasi yang konstruktif antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Aksi dialog antara mahasiswa dan DPRD Sumsel itu pun berlangsung kondusif.
Dengan komitmen untuk membawa perwakilan mahasiswa ke Jakarta, DPRD Sumsel berharap aspirasi yang berkembang di daerah dapat menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa DPRD Sumsel tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga siap mengawal dan memperjuangkannya hingga ke tingkat nasional. (hms/adv)













